Four Human Resource Strategies on Recruitment

1. Loyal Soldier

Strategi ini menekankan pada mempekerjakan dan mempertahankan karyawan setia yang bersedia melakukan apa pun tugas yang diberikan oleh perusahaan.
Organisasi dengan strategi ini agar mengharapkan karyawan memiliki peran yang umum dan dapat melakukan berbagai tugas yang berbeda.
Orang-orang direkrut dan dipekerjakan karena mereka cocok dengan budaya organisasi dan berpotensi untuk menjadi karyawan yang loyal.
Strategi ini berupaya untuk memenuhi kebutuhan karyawan dan membangun ikatan yang kuat dengan karyawan serta dapat mengurangi kemungkinan pergantian karyawan.
Organisasi mempekerjakan orang-orang di awal karir mereka dan memberi mereka pelatihan ekstensif/umum dalam sejumlah keahlian umum.
Promosi karir sering tidak didasarkan dan tidak terkait dengan pengalaman sebelumnya.
Penilaian kinerja dirancang untuk memfasilitasi kerjasama bukan kompetisi.
Kompensasi termasuk insentif dan manfaat jangka panjang, sering dikaitkan dengan kinerja keseluruhan organisasi.

2. Bargain Laborer

Penekanan dari strategi ini adalah mendapatkan karyawan yang tidak menuntut upah yang tinggi.
Organisasi dengan strategi ini akan memudahkan para manajer dapat mengontrol kinerja karyawan.
Setiap karyawan diberikan tugas yang jelas yang dapat dipelajari dengan mudah. Orang-orang direkrut dan dipekerjakan untuk melakukan tugas-tugas sederhana yang tidak memerlukan keterampilan khusus.
Diperlukan hanya sedikit perhatian untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang karyawan. Organisasi dengan strategi ini tidak memberikan jalur karir yang jelas untuk promosi.
Penilaian kinerja berfokus pada umpan balik sehari-hari dan jarang mengedepankan langkah-langkah formal.
Pelatihan yang diberikan terbatas pada teknik on-thejob yang mengajarkan metode sederhana untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sederhana pula.
Kompensasi sering didasarkan pada jam kerja, dengan manfaat dan insentif jangka panjang yang minimal.

3. Committed Expert

Tujuan utama dari strategi ini adalah untuk merekrut dan mempertahankan karyawan yang memiliki keahlian khusus dalam melakukan tugas-tugas tertentu.
Dalam organisasi yang menggunakan strategi ini, karyawan memiliki banyak kebebasan untuk berinovasi untuk menyelesaikan tugas.
Orang-orang direkrut dan dipekerjakan karena memiliki potensi sesuai dengan budaya organisasi, serta memiliki keahlian di bidang tertentu.
Organisasi mempekerjakan orang-orang di awal karir mereka dan melatih mereka untuk menjadi ahli di bidang tertentu, seperti akuntansi atau penjualan.
Penilaian kinerja dirancang untuk menyeimbangkan kerja sama dan kompetisi di antara karyawan.
Karir umumnya meliputi promosi dalam pekerjaan yang serupa namun dengan tanggung jawab yang lebih besar.
Karyawan menerima pelatihan jangka panjang yang akan membantu mereka mengembangkan keahlian yang lebih baik.
Kompensasi relatif tinggi dan biasanya mencakup paket manfaat yang baik.

4. Free Agent

Penekanan utama yang terkait dengan strategi ini yaitu mempekerjakan orang yang memiliki keterampilan yang penting tetapi belum dapat diharapkan akan berada dalam organisasi untuk jangka waktu yang panjang.
Pekerjaan dirancang sedemikian rupa sehingga karyawan memiliki tanggung jawab yang luas dalam bidang-bidang tertentu dan kebebasan substansial untuk memutuskan bagaimana melaksanakan pekerjaan mereka.
Komitmen jangka panjang dihindari, dan tidak ada upaya yang dilakukan untuk membangun keterikatan yang kuat antara karyawan dan organisasi.
Orang-orang direkrut karena mereka sudah memiliki keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan organisasi untuk melakukan pekerjaan tertentu.
Mereka tidak mengharapkan karir jangka panjang dalam organisasi. Posisi yang tinggi sering diberikan kepada orang-orang seperti ini pada sebuah organisasi.
Penilaian Kinerja berfokus pada hasil.
Pelatihan jarang diberikan.
Kompensasi jangka pendek yang tinggi.
Besarnya penggajian terkait dengan kinerja individu.

 

About

View all posts by

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.