Sejarah Singkat Perdagangan Internasional

Manusia harus bermasyarakat, tolong menolong satu sama lain. Manusia sebagai mahluk sosial, menerima dan memberi andilnya kpd orang lain, sehingga saling bekerjasama utk memenuhi kebutuhannya. Di antara sekian banyak aspek kerjasama manusia, maka perdagangan termasuk salah satu diantaranya, bahkan aspek ini amat penting peranannya dalam meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Tiap orang akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, jika tidak bekerjasama dengan orang lain. Jadi perdagangan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan hidup umat manusia.
Pada jaman purba manusia hidup di desa dalam lingkungan yang kecil. Pada jaman itu kebutuhan manusia masih terbatas dan sederhana, segala kebutuhan dikumpulkan dan dipenuhi sendiri dlm desanya masing-masing. Perempuan mengerjakan pekerjaan dapur, sedangkan laki-laki berladang, berburu, dan menangkap ikan di lingkungan tempat tinggalnya. Ketika terjadi hubungan desa dengan desa, kota dengan kota, negara dengan negara, maka terjadilah pertukaran barang dengan barang utk memenuhi kebutuhan mereka. Masyarakat makin maju, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tidak lagi melakukan pertukaran antara barang dengan barang, melainkan barang dengan uang. Dengan kemajuan di bidang pengangkutan dan sarana komunikasi memudahkan penukaran barang antar negara yang letaknya berjauhan.
Perdagangan internasional memiliki sejarah yang lama dimulai dengan sistem barter digantikan oleh sistem Merkantilisme di abad 16 dan 17. Abad ke-18 perdagangan internasional bergeser ke arah liberalisme. Saat itu Adam Smith, Bapak Ekonomi Dunia menulis buku terkenal dengan judul The Wealth of Nations pada tahun 1776 dimana dalam bukunya ia mendefinisikan tentang pentingnya spesialisasi dalam produksi, sehingga setiap negara akan memiliki efisiensi produksi. Dengan adanya efisiensi produksi kemudian ahli ekonomi lainnya, David Ricardo mengembangkan prinsip keunggulan komparatif, yang mengatakan bahwa setiap negara akan memiliki keunggulan dalam memproduksi barang-barang tertentu dan akhirnya akan membutuhkan barang dari negara lain yang lebih unggul.

Awal abad ke-19, perdagangan internasional bergerak menuju profesionalisme. Sekitar tahun 1913, negara-negara di barat mulai menerapkan perdagangan bebas. Jalannya perdagangan dunia berubah saat terjadinya perang dunia pertama. Kemudian terjadi resesi ekonomi pada tahun 1920 yang mempengaruhi perdagangan internasional, terjadi depresiasi mata uang yang menciptakan tekanan ekonomi di berbagai negara.
Kebutuhan untuk mengurangi tekanan dari kondisi ekonomi dan kemudahan perdagangan internasional antara negara-negara memunculkan Konferensi Ekonomi Dunia Mei 1927 yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di mana di negara-negara industri penting turut berpartisipasi dalam menyusun Perjanjian Perdagangan Multilateral. Ini kemudian dilanjutkan dengan adanya General Agreement of Tariffs and Trade (GATT) pada tahun 1947. Namun perekonomian dunia mengalami depresi kembali pada tahun 1930-an. Pada tahun-tahun berikutnya, perekonomian negara-negara perlahan-lahan mulai tumbuh dan mereka menyadari akan pentingnya kebijakan perdagangan internasional.

About

View all posts by

Leave a Reply